Teknologi Harddisk atau HDD
Tentang Harddisk
harddisk adalah elemen penting dari berbagai jenis piranti komputer masa kini. Sejarah panjang harddisk dari sejak pertama kali ditemukan hingga saat ini menghasilkan berbagai jenis harddisk yang beragam. harddisk saat ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan komputing yang beragam jenisnya, sehingga harddisk yang dipakai pada laptop berbeda dari yang dipakai pada PC maupun pada server. Bahkan harddisk untuk keperluan gaming juga berbeda dari harddisk yang diperuntukan bagi penggunaan biasa.
Saat ini paling tidak ada dua jenis harddisk yang mudah dijumpai, yakni harddisk konvensional (dengan disk/cakram) dan SSD (Solid State Disk). Sebelum kita ulas jenis-jenis harddisk serta fungsinya, lebih baik kita ketahui secara lengkap apa itu harddisk dan komponen-komponen di dalamnya.
Apa itu Harddisk? Harddisk merupakan salah satu media penyimpan data pada komputer yang terdiri dari kumpulan piringan magnetis yang keras dan berputar, serta komponen-komponen elektronik lainnya. Harddisk adalah storage devices yang paling sering di pakai. Bagian-bagian hardisk terdiri dari Logic board, motor, Platter, read-write head, interface slot, dan body. Logic board merupakan bagian hardisk yang mengatur kerja hardisk menurut instruksi dari user. Logic board ini nantinya mengatur putaran motor dan gerak dari read-write head menurut lokasi penempatan data. Read-write head inilah yang membaca dan menulis data pada hardisk, menyampaikan informasi kepada logic board, kemudian logic board menyampaikan kepada CPU melalui interface baik itu SATA maupun PATA.
Struktur Harddisk
A. Platter
Komponen utama harddisk ini disebut juga disk/piringan/cakram yang terbuat dari besi yang dilapisi dengan coating magnetik untuk menulis data yang disimpan. Pada platter ini terdapat Track dan Sector yang berfungsi sebagai ID dan penanda format harddisk.
B. Spindle
Sebuah komponen berupa poros bermotor sehingga bisa berputar dan memutar platter. Semakin kencang putaran spindle yang dimiliki oleh sebuah harddisk, maka semakin cepat transfer data yang bisa dilakukan. Kecepatan putar spindle biasanya adalah di atas 5400rpm.
C. Head
Komponen ini berfungsi membaca dan menulis data dari/ke platter atau cakram. Setiap platter akan ditangani oleh dua buah head, yaitu satu di bawah dan satu di atas. Sebuah harddisk bisa mempunyai lebih dari 6 head.
D. Actual Axis
Sebuah komponen berbentuk gagang yang menyangga head (tempat menempelnya head) agar head tepat berada di atas dan di bawah platter.
E. Ribbon Cable
Sebuah kabel berbentuk pite yang menghubungkan head dengan Logic Head dan berfungsi sebagai lalu lintas data dari dan ke harddisk.
F. Logic Board
Bisa juga disebut motherboard-nya harddisk. Logic board adalah tempat dimana komponen elektronik sebuah harddisk dipasang, seperti BIOS harddisk.
G. Setting Jumper
Sebuah komponen kecil yang bisa dipasang dan dilepas untuk menentukan kedudukan harddisk pada BIOS motherboard komputer (Master / Slave pada harddisk non SATA)
H. Power Connector
Tempat masuknya listrik dari power supply, ada dua jenis tegangan yakni 12V yang berfungsi untuk menggerakkan spindle dan 5V untuk kebutuhan supply daya pada logic board.
Algoritma Penjadwalan Harddisk
First Come First Serve (FCFS)
Penjadwalan dilakukan berdasarkan urutan masuknya di antrian. Pada umumnya algoritma ini menghasikan total access time yang buruk dan terlalu tinggi
Controh antrian FCFS (posisi awal head = 50)
10, 45, 37, 56, 60, 25, 78, 48, 88, 70, 5, 20
Shortest Seek Time First (SSTF)
Disk request yang memiiki seek distance yang paling dekat dengan posisi head terkini akan dilayani terlebih dahulu sehingga meminimalkan pergerakan head.
Contoh antrian SSTF: (posisi awal head =50)
10, 45, 37, 56, 60, 25, 78, 48, 88, 70, 5, 20
Elevator / SCAN
Algoritma ini mengasumsikan head bergerak ke satu arah. Jika head sudah mencapai bagian terluar atau terdalam dari cakram, maka arah gerak head dibalik.
Contoh antrian SCAN: (posisi awal head =50)
10, 45, 37, 56, 60, 25, 78, 48, 88, 70, 5, 20
One way Elevator / C-SCAN
Algoritma ini mirip dengan elevator / SCAN, bedanya adalah head tidak melakukan pembalikan arah. Misalnya pada saat head bergerak dari arah luar ke dalam, jika head sudah berada di dalam maka arah pergerakan head akan dikembalikan ke luar lagi, kemudian gerak head dilanjutkan lagi. Selama pengembalian posisi, tidak ada operasi baca/tulis.
Contoh antrian C- SCAN: (posisi awal head =50)
10, 45, 37A, 56, 60, 25, 78, 48, 88, 70, 5, 20
LOOK
Algoritma ini mirip dengan SCAN, bedanya head tidak perlu melakukan perjalanan penuh dari bagian terluar sampai terdalam bila sudah tidak ada disk request lagi. Pergerakan head bisa langsung dilakukan sebelum sampai track terdalam.
Contoh antrian LOOK: (posisi awal head =50)
10, 45, 37A, 56, 60, 25, 78, 48, 88, 70, 5, 20












Komentar
Posting Komentar