Tentang Linux dan Sejarahnya



Sejarah Linux


1.1   Tentang Linux

Sebagian besar perangkat Wi-Fi, baik yang berjenis USB, PCI, PCMIA atau jenis lain jika ada, selalu tersedia driver-nya untuk Windows XP dan Windows 7. Pengguna Windows XP dan Windows 7 sudah hamper bias di pastikan tidak akan mengalami masalah dengan driver hardware.

Tidak demikia halnya denganLinux. Hanya beberapa vendor saja yang menyertakan driver hardware untuk Linux. Salah satunya adalah Intel. Intel termasuk aktif meberikan dukungan untuk perangkat Wi-Fi adapter yang built-in dengan motherhood Intel.

       Salah satu cara yang cukup cerdik untuk mengatasi ketiadaan driver native Linux yaitu dengan menggukan driver Windows. Jadi, kita dapat mencoba menginstal driver Wi-Fi adapter untuk Windows dengan bantuan Ndiswrapper.

       Ndiswrapperi bukanlah driver Wi-Fi,  melainkan semacam utilitas untuk me-load driver Windows sehingga dapat digunakan di Linux. Distro-distro Linux seperti SuSE, Fedora, Ubuntu, Slackware, dan beberapa distro lain sudah memiliki dukungan Ndiswrapper pada kernel-nya. Namun, ada juga distro Linux yang belum mendukung Ndiswrapper.

              Selain Ndiswrapper, ada solusi lain berupa driver loader  madwifi yang kini sudah disertakan pada distro-distro besar seperti Fedora, Ubuntu, SuSE, dan yang lain. Jadi, umumnya kita tidak perlu melakukan kompilasi ulang. Tinggal pelajari saja petunjuk pemakaiannya.

              Tentu saja masih ada dukungan dari komunitas pengguna Linux manakala kita mengalami kesulitan saat menginplementasikan salah satu solusi yang tersedia.
(sumber : Membangun Jaringan 376-378; Iwan Sofana; Membangun Jaringan Komputer)

1.2   Pengertian Linux

Nama Linux mungkin kurang familiar jika dibandingkan dengan Windows atau Macintosh. Hal ini tentu wajar karena pengguna Linux memang sangat sedikit, dari jumlah prosentase yang telah disebutkan di atas dapat kita pahami sendiri betapa sedikitnya pengguna Linux yang hanya 1,5 persen jika dibandingkan dengan Macintosh sebanyak 11 persen dan Windows malah lebih dari 85 persen.
Linux adalah salah satu OS yang menganut sistem UNIX dan menggunakan model pengembangan dan distribusi software secara gratis, atau biasa dikenal dengan istilah open source. Seperti halnya aplikasi open-source lainnya, Linux juga bisa dikembangkan dan didistribusikan secara gratis, inilah yang menjadi salah satu daya tarik dari OS ini.
Nama Linux itu sendiri berasal dari nama pembuatnya, yaitu Linus Torvalds. Untuk penjelasan lebih detail akan kita bahas pada bagian berikutnya yaitu mengenai sejarah dan perkembangan Linux.

Sejarah dan Perkembangan Linux

A. Awal Mula

Sistem Operasi Unix diimplementasikan oleh para peneliti di AT&T’s Bell Laboratories pada tahun 1969. Lalu dirilis untuk pertama kalinya di tahun 1971 dalam bahasa assembly, sebelum diubah menjadi bahasa C di tahun 1973.

Penggunaan bahasa tingkat tinggi membuat Unix bisa digunakan di berbagai platform komputer yang berbeda. Unix menjadi berkembang pesat karena AT&T memberikan lisensi secara gratis. Namun pada tahun 1984 AT&T memisahkan diri dari Bell Lab, sejak itu Bell Lab mulai menjual Unix sebagai produk yang berbayar.

Pada tahun 1983, Richard Stallman memulai GNU Project yang bertujuan untuk menciptakan versi lengkap dari sistem Unix yang seluruhnya memakai software gratis. Di tahun 1985 terciptalah Free Software Foundation dan lisensi umum dari GNU ditulis pada tahun 1989.
Pada awal 1990, beberapa program yang dibutuhkan dalam Sistem Operasi telah berhasil dilengkapi, meskipun masih ada beberapa elemen yang belum komplit termasuk kernelnya. Linus Torvalds menyatakan jika pada tahun itu telah tersedia kernel GNU maka dia tidak akan membuat sendiri versinya.
Andrew S. Tanenbaum merilis MINIX pada tahun 1987 sebagai versi mini dari OS Unix yang ditujukan kepada para pelajar yang ingin memahami prinsip OS. Inilah yang dijadikan referensi oleh Linus Torvalds yang saat itu masih menjadi mahasiswa.


B. Pembuatan

Pada tahun 1991, Linus Torvalds yang masih kuliah di Universitas Helsinki menjadi penasaran dengan OS dan merasa frustasi gara-gara lisensi MINIX yang saat itu hanya bisa digunakan untuk keperluan pendidikan. Akhirnya dia mulai membuat kernel sendiri yang kemudian menjadi Linux Kernel.
Linus memulai pengembangan Linux Kernel di MINIX sampai menjadi semakin matang. Aplikasi GNU menggantikan semua komponen MINIX agar lebih bebas menggunakan kode gratis milik GNU Project, karena lisensi GNU GPL bisa dipakai di program komputer lain selama dirilis memakai lisensi yang sama.
Linus pun mengganti lisensi MINIX menjadi lisensi GNU GPL. Para pengembang mulai melakukan integrasi antara komponen GNU dengan Linux Kernel dan menghasilkan OS gratis yang berfungsi secara utuh.


C. Penamaan

Awalnya Linus Torvalds ingin memberi nama Freax yang berasal dari campuran antara free, freak, dan x dari Unix. Pada awal pekerjaannya, beberapa file memakai nama Freax selama hampir setengah tahun. Linus sebenarnya juga mempertimbangkan nama Linux, tetapi tidak memakainya karena dianggap terlalu egois.
Pada masa pengembangan, file yang dihasilkan diunggah ke FTP Server. Salah satu rekan kerja Linus yang bertugas sebagai admin FTP Server menganggap nama Freax kurang bagus, sehingga dia merubah nama project menjadi Linux tanpa konsultasi dengan Linus. Namun akhirnya Linus juga setuju dengan nama itu dan dipakai sampai sekarang.

D. Pengembangan

Penerapan Linux di lingkungan produksi justru diawali oleh komunitas super komputer, dimana organisasi seperti NASA mulai mengganti mesin mereka yang berharga mahal dengan komputer yang memakai Linux. Penggunaan dalam bidang komersial menyusul saat Dell, IBM dan HP memberikan penawaran dukungan terhadap Linux untuk melepaskan diri dari monopoli Microsoft dalam pasaran OS untuk desktop.

Kini Linux telah digunakan dalam berbagai perangkat komputer, mulai dari sistem tertanam (embedded) sampai super komputer, bahkan Linux telah dipercaya menjadi OS untuk pemasangan Server dibandingkan OS lainnya. Penggunaan untuk komputer desktop pun semakin meningkat dan distro Linux semakin populer di pasaran.
Itulah pembahasan mengenai pengertian linux beserta sejarah perkembangannya yang harus anda ketahui sebagai pengguna komputer. Meskipun kalah dengan sistem operasi windows dalam hal kepopulerannya, pengguna linux juga tergolong cukup banyak, terutama bagi yang bekerja dalam bidang jaringan.



KELEBIHAN DAN KEKURANGAN LINUX

Kelebihan

1. Bersifat open source, bebas dan terbuka. sehingga tidak perlu biaya untuk mendapatkannya. LISENSI FREE  dan boleh di utak atik semaunya.
2. Linux sekarang sudah mudah di operasikan. kalo dulu pengguna linux identik dengan para hacker, tapi sekarang orang awam pun sudah banyak yang menggunakannya.
3. Hampir semua aplikasi yang biasa dijalankan di windows, sudah ada aplikasi linuxnya yang dikembangkan oleh komunitas linux atau bisa juga menggunakan software emulator.
4. Memiliki pengamanan yang lebih unggul karena di desain multiuser sehingga apabila virus menyerang user tertentu, akan sangat sulit menyebar ke user lainnya.
5. Cocok untuk PC yang memiliki spesifikasi minimum karena linux membutuhkan resource yang lebih kecil dibandingkan Windows.
6. Linux dapat berjalan di dua mode.
7. Jarang crash atau nge-hang yang mengharuskan kita untuk merestart komputer karena linux lebih stabil.
8. Memiliki komunitas di berbagai penjuru dunia.
9. Terdapat beragam pilihan seperti Ubuntu, Fedora, Debian, Centos, RedHat, Opensuse, Mandriva, dan sebagainya.

Kekurangan

1. Banyak user yang belum terbiasa menggunakan linux.
2. Dukungan hardware dari vendor-vendor tertentu yang tidak terlalu baik pada linux.
3. Proses instalasinya tidak semudah windows.
4. Aplikasi di linux belum seampuh aplikasi windows.
5. Bagi administrator sistem yang belum terbiasa dengan Unix-like, maka mau gak mau harus belajar dulu.
6. Struktur direktori dan hak akses yang membingungkan bagi user yang terbiasa menggunakan windows.





Komentar

Postingan Populer